3 Strategi Mempertahankan Bisnis Ritel

Spread the love

Di zaman serba modern seperti sekarang ini, nyatanya mempertahankan bisnis ritel offline merupakan tantangan tersendiri bagi pelaku bisnis di bidang tersebut. Di tengah gempuran e-commerce, dan platform marketplace yang semakin marak dan digandrungi berbagai kalangan masyarakat, perlu adanya strategi khusus untuk membuat bisnis ritel offline tetap eksis dan bahkan dapat berkembang. Ya, kemudahan berbelanja dengan mode online nyatanya berdampak pada kian redupnya pamor, serta fungsionalitas sebuah bisnis ritel di sekitar kita.

Di Indonesia sendiri, kita sudah menyaksikan sejumlah kasus di mana ritel offline menutup sebagian atau seluruh toko dan operasionalisasinya. Telah banyak kasus di mana ritel offline gulung tikar dan menyatakan kebangkrutan sebagai bentuk ketidakmampuan pemilik maupun pengelola untuk bertahan di sektor ekonomi yang kian disemarakkan oleh kehadiran pasar belanja berbasis online. Kesulitan yang dialami pebisnis ritel offline nyata adanya. Gerai menjadi sepi, pengunjung tidak melakukan pembelian secara masif, hingga kesemuanya berdampak pada penurunan pendapatan dan kesulitan membayar gaji pegawai.

Dapat dikatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama hingga ritel offline terkait tidak sanggup lagi untuk menjalankan kegiatan operasionalnya seperti sedia kali. Gempuran bisnis berbasis online memang telah menyerbu di berbagai sektor ekonomi, mulai makanan, pakaian, produk elektronik, dan lain sebagainya. Gerai ritel offline dari skala kecil sampai besar pun tidak luput dari ancaman penutupan operasionalisasi jika tidak mampu bertahan di tengah pasar belanja online. Beberapa pakar ekonomi melihat fenomena ini sebagai sesuatu yang tidak dapat dielakkan. Yang menjadi solusi satu-satunya adalah kemauan dan kesanggupan pebisnis ritel offline tersebut untuk beradaptasi.

3 Strategi Menjaga Bisnis Ritel dari Gempuran Online Shop

Benarkah kemungkinannya kecil bagi para pebisnis di bidang ritel offline untuk dapat bertahan dari gempuran toko berbasis online? Nah, meskipun kemungkinannya kecil, tetapi tetap ada harapan bagi mereka untuk tepat menjalankan usahanya dengan cukup sukses. Berikut adalah 3 strategi rekomendasi dari kami agar pelaku bisnis ritel offline mampu menjaga eksistensinya, atau bangkit dari keterpurukan, di tengah banyaknya pilihan toko online.

  1. Beradaptasi dengan mode online

Sedikit banyak, perkembangan teknologi telah membawa perubahan yang besar, termasuk ke dalam kebiasaan berbelanja berbagai lapisan masyarakat. Dengan adanya kemajuan teknologi, masyarakat perlahan-lahan familiar dan mulai menggemari pengalaman berbelanja secara online. Meskipun belum sepenuhnya tergantikan, pengalaman berbelanja secara offline tidak menjadi satu-satunya pilihan kita saat ini untuk memenuhi kebutuhan.

Pola belanja dan konsumsi masyarakat yang telah berubah cukup drastis membuat pebisnis ritel offline harus menyadari dan mencari cara untuk tepat mempertahankan usahanya. Jika memang mode offline yang konvensional perlahan-lahan tersingkirkan, strategi utama untuk menjaga bisnis ritel offline mereka adalah menjangkau mode online dan menggunakan berbagai komponen digital selama mengoperasikannya.

Perubahan ini harus dilakukan di industri ritel offline. Mulai dari pemasaran produk hingga proses transaksi, sebisa mungkin telah menerapkan aspek digital atau menggunakan mode online sebagai bentuk memudahkan konsumen untuk menjangkau mereka. Ikuti tren online yang memang sedang marak sekarang, dan tidak ada salahnya untuk menyediakan dua pilihan pengalaman belanja sekaligus, yaitu offline dan online.

  1. Menjaga loyalitas pelanggan

Harus disadari, kesalahan sebagian besar pelaku bisnis ritel offline dalam mempertahankan eksistensinya di tengah gempuran bisnis online adalah menjaga kualitas dan kemampuan yang telah dimiliki mereka. Harus diakui, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan perkembangan teknologi, atau para inisiator yang membawa kemudahan pengalaman berbelanja pada konsumen melalui mode online. Kita harus melihat ke dalam diri sendiri, apa yang bisa dilakukan di masa ini?

Salah satu strategi untuk mampu mempertahankan bisnis, selain dengan mencoba untuk melakukan berbagai bentuk inovasi, pertahankan dulu apa yang sudah dimiliki, yaitu loyalitas pelanggan. Selain meningkatkan jumlah konsumen baru untuk memajukan bisnis, rawat baik-baik loyalitas pelanggan dari hubungan yang telah terjalin.

Dengan begini, kemungkinan bagi banyak orang untuk berkunjung, atau tetap menggunakan produk atau jasa kita tetap ada, jika belum memungkinkan untuk menaikkannya pula. Aspek loyalitas pelanggan sendiri adalah salah satu kunci terpenting dalam menjaga keutuhan bisnis ritel. Agar berhasil, jangan pernah sepelekan aspek ini, dan justru manfaatkan potensi yang telah ada. Lancarkan strategi pemasaran untuk menjaga loyalitas pelanggan, misalnya diskon dan hadiah.

  1. Mengadopsi hasil perkembangan teknologi

Sejalan dengan poin pertama yang telah dijelaskan sebelumnya, strategi terakhir yang tidak kalah pentingnya untuk mengamankan posisi bisnis ritel offline kita adalah dengan menyematkan beragam hasil perkembangan teknologi, baik secara parsial maupun keseluruhan. Jika disebutkan sebelumnya bahwa Anda dapat membuka dua pilihan pengalaman berbelanja, yaitu offline dan online, sertakan produksi teknologi-teknologi terbaru pada operasionalisasi kedua pilihan tersebut.

Kita semua tahu bahwa kita sudah hidup di zaman serba digital dan canggih. Agar tetap dapat menarik minat dan kesetiaan pelanggan, sematkan komponen-komponen teknologi pada pelaksanaan bisnis ritel. Salah satu ide penyematan komponen teknologi terbaru adalah dengan menyediakan metode pembayaran non-tunai atau digital. Bentuk pula kerja sama yang sama-sama menguntungkan dengan layanan pembayaran tersebut, sehingga berbagai diskon dan promo bisa tersaji secara masif untuk kemudian dimanfaatkan oleh semakin banyak pelanggan.

Penutup

Nilai utama yang membuat e-commerce digemari oleh berbagai lapisan masyarakat zaman sekarang adalah kemudahan bertransaksinya, serta variasi hal yang bisa mereka tawarkan pada publik. Dengan coba menerapkan ketiga strategi ini, harapannya peritel offline bisa bertahan meski digempur toko online.